• SMA NEGERI 1 AMFOANG UTARA
  • Sekolah Untuk Memiliki Kesadaran Kritis

Rindu Pada Guru saat Pandemi

Kala fajar menyingsing

Bulan perlahan berpulang

Semangat menerjang

 kebebasan menghilang

Meninggalkan senyum bertirai duka

 

Mimpi terhenti

Ketika keadaan memaksa menepi

Virus jadi sorotan

Istilah asing berdatangan

Sang Penguasa beri kebijakan

 

Gadget jadi kebutuhan

Namun

Hanya kertas putih bertabur ilmu kupunya

Tintaku tak lagi macet

Kuota internet jadi hambatan

 

Diri termenung diam

Atma bergejolak melukiskan harap

Keterbatasan jadi duka

Krisis ekonomi kian merambah

Nalarku makin redup

Ditiup hembusan kebodohan

 

Wahai yang maha mengasihi

Labirin hidupku masih terlampau panjang

Diriku masih harus bertanding

Mendobrak dinding

Demi masa depan lebih cemerlang

 

Tapi...

Bagaimana caraku bersaing

Jika balok-balok sinyal tak lagi nampak

 

Aku ingin seperti mereka dikota

Bertabur sinyal, berlimpah sumber pengetahuan

Apa daya kami yang di desa

Hanya punya sawah terhampar

Deburan ombak tanpa henti

 

Aku merindu segala riuh redam

Di tempatku mencari ilmu

Guruku...

Dahagaku akan hadirmu

Tak tergantikan oleh gadget secanggih apupun

 

Pandemi, cepatlah berlalu

Kembalilah semua seperti dulu

Biar aku bebas berlari sampai tengah hari

Menggapai semua mimpi

 

Oleh: Zhindi Klali, Kelas X SMAN 1 Amfoang Utara

 

 

 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Puisi: Asesmen Nasional Berbasis Komputer, Jejak Digital

Di era teknologi yang semakin maju, Asesmen Nasional Berbasis Komputer hadir dengan penuh ragu. Jejak digital melintas di dunia pendidikan, Menyapa siswa-siswa dengan tantangan bar

28/08/2023 11:10 - Oleh SmansaAmfut - Dilihat 1057 kali
Bantu Aku Bangkit Tuhan

Satu persatu masalah datang Mengisi kekosongan dalam jiwa Membuat cerita dalam setiap raga   Aku tersungkur tak mampu bangkit Apa aku harus lari? Atau diam meratapi nasib Lalu baga

03/10/2022 11:59 - Oleh SmansaAmfut - Dilihat 476 kali
Ayah, Kau Tidak Nyata

Ayah?Ohh aku lupaKau hanya mimpi tiada nyataBayangmu hanya ilusi mataKarena sebenarnya Kau tak pernah ada Dewasa kujalani sendiriDi temani sesosok wanita kuatTanpa sosok laki-laki ya

21/09/2022 10:55 - Oleh SmansaAmfut - Dilihat 541 kali
Kita menutup kisah

Secepat inikah pertemuan kita?Aku yang selalu memeluk erat namamu padaNyaKini hanya mampu mengikhlaskanAku yang dulu menjadi tempatmu bersandarMerekatkan cerita dalam ingatanKini hanyal

21/09/2022 10:51 - Oleh SmansaAmfut - Dilihat 531 kali
Serpihan Keraguan

Dalam diam....Kupendam rapat kata hatiSaat mulut keluh tak mampu bicaraWalau hati terus berteriak Perasaan tau dimana harus berlabuhTetapi mulut terus membungkam Terus kukejarWalau di

25/05/2022 18:22 - Oleh SmansaAmfut - Dilihat 483 kali