Perpisahan dengan Masa Putih Abu-abu
Butuh waktu untuk aku dapat menerima perpisahan yang kami alami beberapa hari yang lalu. Kelulusan merupakan sesuatu yang aku impikan sejak awal namun hari itu dengan berat hati aku keluar dari gerbang sekolah. Aku merasa begitu nyaman di sini dan tidak ingin beranjak.
Tiga tahun yang lalu, aku datang ke sekolah ini dengan rasa takut dan cemas semuanya bercampur jadi satu saat itu.
Hari itu saat pertama kalinya aku menginjakkan kaki di SMA Negeri 1 Amfoang Utara, aku melihat setiap sudut sekolah tersebut yang terasa asing bagiku. "Mungkin disini tidak akan seseru masa SMP, apalagi semua orang di sini tidak kukenal." begitulah pikirku.
Aku mencoba memalingkan wajahku dan melihat segorombolan anak yang bersenda tawa dengan seorang guru. Dalam benak aku terkagum mereka bisa tertawa lepas dengan guru tersebut, sedangkan kami enggan ketika bertemu dengan guru, apalagi bersenda gurau seperti itu. "Apakah aku bisa seperti mereka?" Aku terus membatin ditengah hiruk pikuknya teman-teman yang memberikan berkasnya untuk diperiksa panitia.
Aku membayangkan kehidupanku di sekolah ini mungkin akan sangat berat selain tempat yang terasa asing, sekolah ini juga jaraknya sangat jauh dari rumahku. Pikiran itu melayang disertai kegelisahan tentang MOS (Masa Orientasi Siswa) yang katanya begitu mengerikan. Ya, itu adalah sumber kecemasan kami para siswa saat itu.
Hari pertama MOS aku memasuki gerbang sekolah yang memancarkan aura menakutkan bagiku sehingga rasanya enggan untukku melangkahkan kaki. Banyak opini dari teman-teman yang membuatku merinding membayangkan MOS yang akan kuhadapi.
Seminggu berlalu, MOS pun sudah selesai, aku begitu lega. MOS ternyata tidak seseram yang aku bayangkan.
Aku perlahan mulai mengenal sekolah ini dengan lebih baik. Rasa takut dan cemas itu berubah menjadi antusiasme. Memulai tahun berikutnya aku mulai mengalami banyak perubahan. Aku didukung untuk menemukan potensi dalam diriku. Sekolahku mungkin tak sebaik sekolah-sekolah lain di luar sana, tapi di sini akan sangat mudah menemukan orang-orang berhati emas dengan cara dan bentuk perhatiannya yang berbeda-beda.
Sekolah ini menjadi wadah bagiku untuk mengembangkan setiap potensi yang kupunya. Di sini juga aku menemukan banyak orang baik, aku dipercayakan dan diajarkan banyak hal yang menjadi bekal untukku melangkah lebih jauh.

Di tempat ini aku bertemu banyak teman dengan setiap sifat dan karakter yang berbeda. Aku ada dalam sebuah kelas yang di dalamnya aku tidak hanya menemukan teman tetapi juga keluarga. Kami yang terkadang mengalami perbedaan pendapat tapi mampu mengatasi semuanya, ketua kelas yang mampu mengoordinir kelas dengan baik, dan juga teman yang tidak pernah menganggapku sebagai saingannya dan selalu tersenyum tulus ketika aku meraih sesuatu.
Aku juga menemukan sosok guru dengan bentuk kasih sayang yang berbeda-beda. Ada guru yang terlihat sangat berbeda dari guru-guru yang lain, guru yang bukan hanya bisa menjadi guru tetapi juga menjadi mentorku yang selalu memberiku nasihat luar biasa, kami sering menghabiskan waktu bersama di ruangannya untuk sekedar memberi nasehat dan membicarakan tentang cita-citaku dan impian masa depanku. Ada wali kelas yang selalu sabar dengan ulah kami dan tidak pernah membandingkan kami dengan kelas lain, wali kelas yang begitu percaya pada kemampuan kami dan membiarkan kami mandiri dalam menyelesaikan masalah, guru yang sigap membantu, guru yang memberi nasehat tanpa lelah, bahkan ada juga guru yang terlihat acuh dan seakan tidak begitu peduli namun Ia memiliki perhatian khusus untuk siswa-siswinya dan begitu gigih mempersiapkan mereka menghadapi dunia perkuliahan.
Tidak akan kulupa mereka yang mengajariku banyak ilmu sehingga aku menjadi diriku sekarang. Mereka tidak hanya menganggap kami sebagai peserta didik tetapi menganggap kami sebagai adik, sebagai teman, sahabat bahkan menyayangi kami ibarat anak mereka sendiri. Mereka begitu baik walau kadang kami lupa menghormati mereka sebagai guru. "Begitulah tugas kami sebagai guru." itulah kata yang sering mereka lontarkan ketika kenakalan kami diambang batas.
Dulu saat kelas 1 aku sering mengeluh capek karena harus kesekolah setiap hari. Bagiku 3 tahun akan terasa sangat lama. Aku merasa menyia-nyiakan waktuku. Bagaimana tidak, aku harus bangun setiap pagi lalu bersiap pergi ke sekolah dan pulang setelah sore hari. Ditambah lagi kegiatan disekolah yang begitu menguras tenaga membuatku semakin yakin untuk cepat mengakhiri masa putih abu-abu ini dan meninggalkan tempat ini.
Kami juga sering mengeluh pada guru piket agar waktu pulangnya dipercepat dengan alasan lapar agar kami cepat kembali ke rumah. kami juga sering mengeluh karena merasa lebih banyak menghabiskan waktu di sekolah dibandingkan di rumah sehingga masa liburan menjadi sesuatu yang sangat dinantikan.
Tapi aku menyesalinya sekarang, seharusnya aku memanfaatkan waktu kebersamaan kami baik itu bersama teman maupun para guru. Kuperhatikan lagi setiap sudut sekolah yang dulu terasa asing namun kini menyimpan banyak kisah. Ruang kelas yang menjadi tempat kami menuntut ilmu jadi saksi perjuangan kami, bel pulang yang selalu kami nantikan, jam kosong yang selalu kami manfaatkan untuk tidur walaupun akhirnya dihukum jika ketahuan bapak/ibu guru, riuh kelas yang ramai membuat kelas lain terganggu bahkan cerita cinta di sekolah. Aku masih mengingat dengan begitu jelas setiap detail cerita yang pernah aku lalui di sana. Semuanya terbayang dalam ingatanku.
Tak terasa sudah sejauh ini aku berjalan. 3 tahun berlalu, pada akhirnya segalanya akan berakhir. Yang datang akan pergi. Di sinilah aku di akhir kisah, ini adalah saatnya untuk mengucapkan selamat tinggal pada semua perjuangan, pada seluruh kenangan yang kita lalui bersama-sama sampai pada saat ini.
Perpisahan ini terlalu berat bagiku. Di saat rasa nyaman itu ada waktu menjadi begitu cepat berlalu, rasanya baru kemarin kita bercerita tentang kita yang belum siap dengan berakhirnya masa putih abu-abu yang di mana nanti setelah berpisah setiap kita akan melangkah menuju tempat yang berbeda dan sekarang apa yang kita takutkan saat itu terjadi perpisahan itu datang menyapa, tanpa tau hati kita tidak siap dengan semuanya.
Aku tahu di setiap pertemuan ada perpisahan tapi kenapa sebuah momen harus tercipta begitu indah bila akhirnya harus diperhadapkan dengan perpisahan?
Sayangnya sekuat apa kita menolak, masa kita harus berakhir di sini. Aku sedih karena semuanya akan berakhir tapi aku bahagia karena semua ini pernah terjadi. People come and go. Setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya.
Semua ini hanya tentang waktu yang begitu cepat berlalu di saat hati kita belum siap untuk berpisah, namun waktu menghadiahkan kenangan bagi kita, kenangan itulah yang akan kita ingat selamanya. Bagaimanapun waktu mengajarkan kita untuk menghargai setiap detik kebersamaan
Di akhir masa putih abu-abu aku belajar bahwa bagian paling susah dari sebuah perpisahan itu justru setelah perpisahan itu terjadi. Hari di mana aku sadar semuanya sudah tidak sama seperti dulu lagi. Aku tidak lagi merasakan belajar bersama Bapak/Ibu guru di ruang kelas, aku tidak lagi bersenda gurau dengan mereka, tidak ada lagi nasehat yang terucap, dan tidak ada lagi obrolan yang dapat kita bahas bersama mereka.
Masa putih abu-abu sudah berakhir. Kini usai sudah tugas Bapak/Ibu guru, mungkin mereka hanya akan menyaksikan aku berproses dari jauh.
Terima kasih untuk kisah yang indah. Nasehatmu akan kujadikan pegangan hidupku.
Oleh: Zhindi Klali.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Tak Tega Biarkan Siswa Cedera Gagal Ujian, Kepsek SMAN1 Amfoang Utara Datang Langsung ke Rumah Siswa
Amfoang Utara – Komitmen terhadap hak pendidikan kembali ditunjukkan oleh SMA Negeri 1 Amfoang Utara. Di tengah pelaksanaan Ujian Sekolah (US) Tahun Pelajaran 2025/2026, pihak sek
Tak Tega Biarkan Siswa Cedera Gagal Ujian, Kepsek SMAN1 Amfoang Utara Datang Langsung ke Rumah Siswa
Amfoang Utara – Komitmen terhadap hak pendidikan kembali ditunjukkan oleh SMA Negeri 1 Amfoang Utara. Di tengah pelaksanaan Ujian Sekolah (US) Tahun Pelajaran 2025/2026, pihak sek
Tak Tega Biarkan Siswa Cedera Gagal Ujian, Kepsek SMAN1 Amfoang Utara Datang Langsung ke Rumah Siswa
Amfoang Utara – Komitmen terhadap hak pendidikan kembali ditunjukkan oleh SMA Negeri 1 Amfoang Utara. Di tengah pelaksanaan Ujian Sekolah (US) Tahun Pelajaran 2025/2026, pihak sek
Ujian Sekolah 2026 Bergulir, SMA Negeri 1 Amfoang Utara Fasilitasi Siswa Cedera Ikuti Ujian dari Rumah
Amfoang Utara – SMA Negeri 1 Amfoang Utara resmi menggelar Ujian Sekolah (US) Tahun Pelajaran 2025/2026 yang dimulai pada Rabu, 9 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 11
Ujian Sekolah 2026 Bergulir, SMA Negeri 1 Amfoang Utara Fasilitasi Siswa Cedera Ikuti Ujian dari Rumah
Amfoang Utara – SMA Negeri 1 Amfoang Utara resmi menggelar Ujian Sekolah (US) Tahun Pelajaran 2025/2026 yang dimulai pada Rabu, 9 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 11
Ujian Sekolah 2026 Bergulir, SMA Negeri 1 Amfoang Utara Fasilitasi Siswa Cedera Ikuti Ujian dari Rumah
Amfoang Utara – SMA Negeri 1 Amfoang Utara resmi menggelar Ujian Sekolah (US) Tahun Pelajaran 2025/2026 yang dimulai pada Rabu, 9 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 11
SMA Negeri 1 Amfoang Utara Salurkan Dana PIP untuk 184 Siswa, Kepsek Beri Teguran Keras Terkait Kedisiplinan
AMFOANG UTARA - SMA Negeri 1 Amfoang Utara menyalurkan dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 184 siswa dengan total nilai mencapai Rp317.700.000 (Tiga Ratus Juta Tujuh Ratu
Upacara HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025 Digelar Meriah di SMA Negeri 1 Amfoang Utara
Amfoang Utara, 25 November 2025 - SMA Negeri 1 Amfoang Utara menggelar Upacara HUT ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus memperingati Hari Guru Nasional 2025 dengan p
Upacara HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025 Digelar Meriah di SMA Negeri 1 Amfoang Utara
Amfoang Utara, 25 November 2025 - SMA Negeri 1 Amfoang Utara menggelar Upacara HUT ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus memperingati Hari Guru Nasional 2025 dengan p
Semangat Demokrasi Warnai Pemilihan OSIS SMA Negeri 1 Amfoang Utara, Paslon 1 Terpilih Sebagai Ketua dan Wakil OSIS 2025/2026
Amfoang Utara, Kompas - SMA Negeri 1 Amfoang Utara menggelar kegiatan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode 2025/2026 pada Jumat, 10 Oktober 2025. Kegiatan yang berlangsung di l