• SMA NEGERI 1 AMFOANG UTARA
  • Sekolah Untuk Memiliki Kesadaran Kritis

Sirih Pinang | Cerpen Zhindi Klali

"Linus!" Panggil Tanta Nika yang sedang bersantai sambil memamah sirih pinang di sudut rumahnya.

"Iya Mama!" Jawab Linus dari belakang rumah.

"Lu mari sini dolo, Mama ada perlu."

"Perlu apa Mama?" Jawab Linus yang sudah ada di depan Tanta Nika.

"Lu buat apa? Lu pi beli pinang dengan sirih dolo di Tanta Mery sana."

"Mama, beta ada kerja tugas. Besok harus kumpul, kalau sonde nanti lari keliling lapangan. Beta malu dengan nona cantik dong." Jawab Linus cengengesan.

"Sudah anak eee lu pi sudah nanti pulang baru kerja. Ini malam kalau sonde ada pinang Mama bisa sakit. Apa lai kalau ada tamu nanti kermana?" Keluh Tanta Nika pada anaknya.

Linus terpaksa menuruti perintah ibunya, karena Ia tahu dengan jelas bahwa ibunya itu tidak pernah bisa berhenti mengunyah sirih dan pinang atau puah manus. Bagi ibunya sirih pinang merupakan hal terpenting setelah makanan.

Zhindi Klali, Penulis. Adalah Siswa Kelas X SMAN 1 Afatar.

 

Dalam bahasa Dawan sirih pinang biasa di sebut puah manus. Sirih pinang atau puah manus seolah dijadikan sebagai alat pengantar komunikasi di daerah Timor. Saat bertemu atau pun bertamu maka 'Mamat' merupakan hal utama dan penting. Bahkan sirih pinang bukan hanya untuk di makan saja namun sirih pinang juga digunakan sebagai bagian dari atribut budaya saat mengantar belis atau mahar yang diberikan mempelai pria kepada wanita. Pinang yang biasa di gunakan untuk adat adalah pinang bonak.

Sirih pinang tidak hanya diminati oleh orang dewasa namun anak-anak pun sudah mengenalnya. Sehingga tak heran bila Linus sering mencuri sirih pinang milik Ibunya. Entah mengapa Linus juga senang sekali memamah sirih pinang, walaupun pada dasarnya pinang itu terasa pahit namun semakin lama di kunyah maka akan terasa nikmat di mulut.

"Linus..!! Mama pung pinang dua buah di mana? Tadi Mama tanda ada simpan enam buah di sini, kenapa ini tinggal empat buah sa?" Tanya Tanta Nika.

"Beta sonde tau Mama, tadi beta ada pi kasih makan sapi di kebun na." Jawab Linus perlahan.

"Ohh, jadi bukan lu yang ambil? Mungkin bapak yang ambil, tunggu dia pulang dolo! Beta pung pinang tinggal itu sa dia ambil. Nanti ini malam beta mamah apa lai." Gerutu Tanta Nika.

Setelah hari mulai petang Om Lores akhirnya bergegas pulang dari ladang. Dengan langkah perlahan namun pasti, Om Lores menuju rumahnya. Setelah hari hampir gelap akhirnya Om Lores tiba di rumah. Peluh bercucuran di mana-mana, rasa penat di sekujur tubuhnya semakin terasa. Belum sempat melepas lelahnya, terdengar suara Tanta Nika dari dapur.

"Beta pung pinang yang dua buah di mana?" Tanya Tanta Nika sinis.

"Pinang yang mana?" Om Lores balik bertanya.

"Lu mulai omong kosong su, beta pung pinang tu ada enam buah di beta pung aluk, ma tadi beta cari sonde ada. Manusia kurang ajar, sonde tau malu ambil orang pung barang sonde bisa minta. Ternyata di ketong pu rumah ni ada pencuri ju eee." Oceh Tanta Nika.

"Lu pung maksud apa? Sapa yang pencuri di dalam ini rumah?" Nampak Pak Lores mulai terpancing emosinya.

"Rasa diri sa. Setiap kali beta beli pinang beta bagi kasih lu lebih banyak dari beta pung bagian, ma lu bisa ambil beta pung bagian lai ni. Memang manusia perakus betul!" Seru Tanta Nika geram.

Om Lores yang sejak tadi mencoba untuk sabar mulai tersulut emosinya. Kata-kata kasar yang keluar dari mulut Tanta Nika membuat amarah Om Lores tak bisa di redam lagi.

Plakk...!!!

Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Tanta Nika.

"Bapa, jangan Bapa! Beta yang salah. Tadi beta yang ambil itu pinang, tadi ju beta tipu Mama kalau beta sonde ambil itu pinang padahal tadi Hanis datang beta ada ambil itu pinang." Teriak Linus yang sejak tadi diam, Ia menyesal atas perbuatannya.

"Anak kurang ajar! Tadi Mama tanya lu mengaku-mengaku kalau sonde tau. Padahal lu sendiri yang ambil itu pinang. Ini malam lu jangan makan!" Ucap Tanta Nika yang dengan wajah merah padam.

Bugh..! Bugh....!! Bugh..!

Om Lores meninju wajah Linus hingga babak belur. Rasa kesalnya tidak bisa diredam lagi.
Linus menitikkan air mata serta menyesali perbuatannya. Sedangkan Om Lores berjalan menuju dapur dan meminta maaf pada istrinya.

Semenjak peristiwa itu, Linus tidak lagi mencuri sirih pinang. Ia sendiri sadar bahwa pukulan dari ayahnya adalah sebuah teguran keras agar dirinya tidak berbohong lagi.

"Mama kenapa sonde bisa barenti makan sirih pinang?" Tanya Linus sewaktu mereka duduk bersantai di bawah pohon.

"Anak eee, sirih pinang ini su jadi ketong pu tradisi sejak turun-temurun." Jawab Tanta Nika memandang jauh ke depan.

"Iya tradisi ma, itu sirih pinang bekin Mama dong pung uang habis." Jawab Linus.

"Uang habis tapi sirih pinang ju punya banyak manfaat, gigi jadi lebih kuat. Jadi ketong sonde terlalu mengeluh dengan penyakit gigi. Lu omong ma lu ju itu hari pencuri Mama pung pinang to?" Sela Tanta Nika membuat Linus terpojok, dulu Linus memang sering mengambil sirih pinang milik Ibunya, tetapi setelah peristiwa malam itu, Linus tidak pernah mencuri lagi.

"Jangan marah Mama, nanti biar hari minggu beta ajak Hanis dengan Beni pi cari kasih Mama pinang di hutan." Rayu Linus yang mengetahui kelemahan Ibunya.

"Lu betul hari minggu mau pi ambil pinang di hutan?" Selidik Tanta Nika.

"Iya, Mama!" Jawab Linus pasti.

"Pi ma ingat ambil di ketong pung pinang sa, jangan ambil di orang pung te itu orang dong pung pinang tu su ada larangan." Jawab Tanta Nika menegaskan.

"Larangan yang kermana Mama?" Tanya Linus meminta penjelasan.

"Larangan itu, nanti setiap orang yang punya mamar pinang tu dong bunuh sapi terus gantung dia pung kepala di atas itu pohon pinang, biar setiap orang yang mau ambil tau kalau itu su di larang." Jelas Ibunya Linus.

"Ohh, na kalau ketong ambil kermana Mama?" Tanya Linus lagi.

"Kalau ambil nanti kena denda."

"Ohh, iya Mama. Nanti beta ambil di ketong pung mamar sa." Jawab Linus mengakhiri percakapan mereka.

Sesuai dengan janjinya, saat hari minggu subuh, Linus, Hanis dan Beni sudah siap dengan perlengkapannya masing-masing untuk pergi mencari pinang ke hutan. Berbekal tiga kotak nasi, Linus bersama teman-temannya menyusuri hutan.

Dengan semangat mereka terus berjalan. Perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan namun ketika membayangkan banyaknya pinang yang akan di dapat, mereka kembali semangat. Setelah hampir seharian penuh mereka berjalan akhirnya mereka tiba juga di hutan yang biasa mereka sebut dengan kata 'Mamar pinang'.

Setelah melepas lelah mereka segera memanjat satu demi satu pohon pinang dan memetiknya. Dengan sigap mereka memasukkan pinang yang telah di petik ke dalam karung. Kemudian bergegas kembali ke rumah. Setelah hari benar-benar gelap, barulah mereka sampai di rumah mereka masing-masing.

Setelah melepas lelah, Linus hendak mandi, namun setelah tiba di kamar mandi, Linus melihat seember air hangat di campur daun sirih telah tersedia di sana. Setelah selesai mandi, Linus bertanya pada Ibunya.

"Kenapa air yang Mama siap buat beta, Mama campur dengan daun sirih?"

"Ohh itu supaya kasih hilang bau keringat yang berlebihan."

"Dia pung cara buat kermana ko nanti beta bisa buat sendiri Mama."

"Petik daun sirih 15 lembar terus kasih mendidih dengan air 1 liter. Gampang sa toh."

"Iya Mama, gampang. Nanti beta mau coba dolo." Jawab Linus berjalan menuju kamarnya.

"Ternyata daun sirih ju punya manfaat banyak eee." Gumam Linus dalam hatinya.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Perpisahan dengan Masa Putih Abu-abu

Butuh waktu untuk aku dapat menerima perpisahan yang kami alami beberapa hari yang lalu. Kelulusan merupakan sesuatu yang aku impikan sejak awal namun hari itu dengan berat hati aku kel

11/05/2024 13:29 - Oleh SmansaAmfut - Dilihat 3381 kali
KPU Kabupaten Kupang Sosialisasi di SMAN 1 Amfoang Utara

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kupang melaksanakan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pemula untuk Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024 di SMAN 1 Amfoang Utara, Kecamatan Amfoang Ut

02/09/2023 16:30 - Oleh SmansaAmfut - Dilihat 570 kali
SMA NEGERI 1 AMFOANG UTARA MELAKSANAKAN IBADAH BERSAMA

Pada Sabtu (24/09/2022) beberapa hari yang lalu,SMA NEGERI 1 AMFOANG UTARA kembali melaksanakan Ibadah bersama dengan tema "Siapa Saya Di Dalam TUhan". Ibadah kali ni merupakan Ibadah p

28/09/2022 10:47 - Oleh SmansaAmfut - Dilihat 525 kali
Ayah, Kau Tidak Nyata

Ayah?Ohh aku lupaKau hanya mimpi tiada nyataBayangmu hanya ilusi mataKarena sebenarnya Kau tak pernah ada Dewasa kujalani sendiriDi temani sesosok wanita kuatTanpa sosok laki-laki ya

21/09/2022 10:55 - Oleh SmansaAmfut - Dilihat 543 kali
Kita menutup kisah

Secepat inikah pertemuan kita?Aku yang selalu memeluk erat namamu padaNyaKini hanya mampu mengikhlaskanAku yang dulu menjadi tempatmu bersandarMerekatkan cerita dalam ingatanKini hanyal

21/09/2022 10:51 - Oleh SmansaAmfut - Dilihat 531 kali
Upacara Pelantikan OSIS SMA Negeri 1 Amfoang Utara Tahun Pelajaran 2022/2023

Setelah pemilihan Ketua dan wakil OSIS yang dilaksanakan pada 07 September lalu, dalam upacara bendera senin, 19 september kemarin, Kepala SMA Negeri 1 Amfoang Utara melantik pengurus O

21/09/2022 10:32 - Oleh SmansaAmfut - Dilihat 1011 kali
Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Negeri 1 Amfoang Utara Tahun Pelajaran 2022/2023 berlangsung secara LUBER dan JURDIL

Demokrasi adalah bentuk pemerintahan dimana semua warga negaranya memiliki hak yang sama untuk pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Pada tahun ini SMA Negeri 1 Amfoa

07/09/2022 13:05 - Oleh SmansaAmfut - Dilihat 1775 kali
Pisah Sambut Kepala SMAN 1 Amfoang Utara

Pada senin, 17 januari 2021 kemarin, SMA NEGERI 1 AMFOANG UTARA melakukan kegiatan "Pisah Sambut" atau yang dikenal dengan serah terima kepala sekolah baru. Serah terima ini dilaksanaka

19/01/2022 11:14 - Oleh SmansaAmfut - Dilihat 803 kali
SMAN 1 Amfoang Utara Gelar Upacara Peringati Hari Guru Nasional

Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional, warga SMA Negeri 1 Amfoang Utara mengadakan upacara tatap muka pada Kamis (25/11/2021) pagi bertempat di halaman sekolah, sebagai tanda uca

26/11/2021 13:25 - Oleh SmansaAmfut - Dilihat 774 kali
SMAN 1 Amfoang Utara Gelar Ibadat Umum

Pada sabtu (20/11/2021) beberapa hari lalu, SMAN 1 Amfoang Utara mengadakan ibadat umum di sekolah. Betempat di ruangan kelas 10 Mia 1 kegiatan ini berlangsung, dihadiri oleh seluruh wa

25/11/2021 05:56 - Oleh SmansaAmfut - Dilihat 814 kali