Batu untuk Menulis dalam Sekolah Jaman Dulu
Pada zaman orde lama, lebih tepatnya tahun 1952, para siswa SR (Sekolah Rakyat, setara dengan pendidikan SD) mulai menulis menggunakan batu tulis yang di pasang bingkai kayu dan anak batu (berbentuk seperti paku, terbuat dari Batu) untuk menulis berhitung angka (soal matematika. Misalnya pertambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian) dan berhitung soal (rumus-rumus matematika).
Hal ini dikarenakan saat itu ketersediaan buku tulis belum memadai bagi para siswa yang bersekolah di pelosok negeri.
Walaupun saat itu buku tulis tidak mencukupi, para siswa SR yang saat itu berlokasi di tiga tempat yaitu Bakuin lama (berlokasi di Amfoang Utara, Kupang, NTT), Kuamnasi (Saukibe, Amfoang Barat Laut, Kupang, NTT) dan Besinapit (Amfoang Barat Laut, Kupang, NTT), semangat untuk menimba ilmu tidak pernah luntur, walau sarana dan prasarananya tidak lengkap, namun mereka tetap semangat menimba ilmu. Dengan batu tulis dan anak batu mereka gunakan untuk menulis.
Batu tulis itu mereka peroleh dari Dinas Pendidikan. Berukuran sekitar 30-40 cm, mudah pecah dan berwarna hitam. Tetapi saat menulis, tulisan yang dihasilkan berwarna putih. Cara penggunaannya cukup mudah. Seperti menulis di papan tulis.
"Setiap pagi, jika ingin pergi ke sekolah, kami diharuskan membawa air bersih dalam sebuah botol kecil. Agar ketika selesai menulis, air itu digunakan untuk membersihkan tulisan di batu tulis tersebut dengan air." cerita seorang alumni SR Bakuin.
Pada tahun 1966, batu tulis sudah tidak digunakan lagi, sebab buku tulis sudah mencukupi. Di bawah atap alang-alang mereka berlindung dari teriknya sengatan matahari. Dari mereka kita belajar bahwa terbatasnya fasilitas dan prasarana bukanlah penghalang untuk menimba ilmu.
Jika kita mengingat masa lalu, kita akan menemukan banyaknya keterbatasan sarana dan prasarana untuk belajar. Tidak ingin terjajah oleh kebodohan, itulah prinsip mereka.
Di masa milenial ini, alat tulis sudah lengkap, tinggal bagaimana cara kita memanfaatkannya untuk belajar dan membangun negeri ini.
Oleh: Zhindi Klali, kelas X SMAN 1 Amfoang Utara.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Perpisahan dengan Masa Putih Abu-abu
Butuh waktu untuk aku dapat menerima perpisahan yang kami alami beberapa hari yang lalu. Kelulusan merupakan sesuatu yang aku impikan sejak awal namun hari itu dengan berat hati aku kel
KPU Kabupaten Kupang Sosialisasi di SMAN 1 Amfoang Utara
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kupang melaksanakan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pemula untuk Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024 di SMAN 1 Amfoang Utara, Kecamatan Amfoang Ut
SMA NEGERI 1 AMFOANG UTARA MELAKSANAKAN IBADAH BERSAMA
Pada Sabtu (24/09/2022) beberapa hari yang lalu,SMA NEGERI 1 AMFOANG UTARA kembali melaksanakan Ibadah bersama dengan tema "Siapa Saya Di Dalam TUhan". Ibadah kali ni merupakan Ibadah p
Ayah, Kau Tidak Nyata
Ayah?Ohh aku lupaKau hanya mimpi tiada nyataBayangmu hanya ilusi mataKarena sebenarnya Kau tak pernah ada Dewasa kujalani sendiriDi temani sesosok wanita kuatTanpa sosok laki-laki ya
Kita menutup kisah
Secepat inikah pertemuan kita?Aku yang selalu memeluk erat namamu padaNyaKini hanya mampu mengikhlaskanAku yang dulu menjadi tempatmu bersandarMerekatkan cerita dalam ingatanKini hanyal
Upacara Pelantikan OSIS SMA Negeri 1 Amfoang Utara Tahun Pelajaran 2022/2023
Setelah pemilihan Ketua dan wakil OSIS yang dilaksanakan pada 07 September lalu, dalam upacara bendera senin, 19 september kemarin, Kepala SMA Negeri 1 Amfoang Utara melantik pengurus O
Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Negeri 1 Amfoang Utara Tahun Pelajaran 2022/2023 berlangsung secara LUBER dan JURDIL
Demokrasi adalah bentuk pemerintahan dimana semua warga negaranya memiliki hak yang sama untuk pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Pada tahun ini SMA Negeri 1 Amfoa
Pisah Sambut Kepala SMAN 1 Amfoang Utara
Pada senin, 17 januari 2021 kemarin, SMA NEGERI 1 AMFOANG UTARA melakukan kegiatan "Pisah Sambut" atau yang dikenal dengan serah terima kepala sekolah baru. Serah terima ini dilaksanaka
SMAN 1 Amfoang Utara Gelar Upacara Peringati Hari Guru Nasional
Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional, warga SMA Negeri 1 Amfoang Utara mengadakan upacara tatap muka pada Kamis (25/11/2021) pagi bertempat di halaman sekolah, sebagai tanda uca
SMAN 1 Amfoang Utara Gelar Ibadat Umum
Pada sabtu (20/11/2021) beberapa hari lalu, SMAN 1 Amfoang Utara mengadakan ibadat umum di sekolah. Betempat di ruangan kelas 10 Mia 1 kegiatan ini berlangsung, dihadiri oleh seluruh wa